Pemerintah Provinsi Gorontalo mendorong pengembangan kuliner tradisional sebagai bagian dari penguatan UMKM daerah.
Salah satu makanan yang diperkenalkan kembali kepada masyarakat adalah tiliaya, kuliner khas Gorontalo yang memiliki keterkaitan dengan berbagai tradisi masyarakat setempat.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengatakan makanan tradisional seperti tiliaya tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi yang memiliki pasar lebih luas.
Tiliaya dibuat menggunakan bahan dasar telur dan gula aren dengan tekstur yang lembut menyerupai puding. Makanan tersebut dikenal dalam kehidupan masyarakat Gorontalo dan disajikan dalam berbagai kegiatan tradisional.
Dalam tradisi masyarakat Gorontalo, tiliaya antara lain disajikan pada kegiatan doa arwah atau haul, acara adat pernikahan, penyambutan tamu kehormatan, serta menjadi salah satu menu saat sahur pada awal Ramadan.
Pengenalan kuliner tradisional kepada generasi muda menjadi salah satu langkah yang dilakukan pemerintah daerah. Edukasi tersebut diharapkan dapat membuat anak-anak mengenal makanan khas daerah sejak dini sekaligus menjaga keberlanjutan kuliner lokal.
Pemerintah Provinsi Gorontalo juga mendorong agar pelestarian kuliner berjalan bersama pengembangan UMKM.
Dengan inovasi, promosi, peningkatan kualitas, serta akses pemasaran yang lebih luas, makanan tradisional seperti tiliaya berpeluang berkembang menjadi produk ekonomi tanpa kehilangan keterkaitannya dengan budaya daerah. ***
