LINIMASAPOS – Kementerian Pariwisata mencatat partisipasi Indonesia dalam Tourism Expo Japan atau TEJ 2026 menghasilkan potensi kunjungan sebanyak 5.600 wisatawan.
Potensi tersebut berasal dari promosi destinasi Indonesia kepada pasar Jepang.
Selain potensi kunjungan wisatawan, kegiatan tersebut diperkirakan memiliki potensi devisa sekitar 7,168 juta dolar AS atau sekitar Rp127 miliar. Data tersebut disampaikan Kementerian Pariwisata setelah pelaksanaan TEJ 2026 di Tokyo.
TEJ 2026 berlangsung pada 24–27 September di Tokyo Big Sight. Pameran tersebut diikuti oleh 40 negara dengan sekitar 400 co-exhibitor, 500 stan, dan lebih dari 44.000 pengunjung.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan hasil tersebut menjadi peluang yang perlu ditindaklanjuti melalui komunikasi bisnis dan pengembangan paket wisata.
Paket tersebut perlu disesuaikan dengan minat wisatawan Jepang.
Promosi ke pasar Jepang menjadi salah satu upaya Indonesia memperluas pasar wisatawan mancanegara. Selain memperkenalkan destinasi, pelaku pariwisata juga dapat menawarkan pengalaman budaya, kuliner, alam, hingga aktivitas wisata berbasis masyarakat.
Kementerian Pariwisata akan mendorong tindak lanjut dari potensi transaksi dan kunjungan tersebut melalui kerja sama dengan pelaku industri.
Pengembangan paket perjalanan yang sesuai dengan karakter wisatawan Jepang menjadi salah satu bagian penting untuk mengubah potensi tersebut menjadi kunjungan aktual.***
